ULASAN KERAS CODEBLU BERUJUNG BOIKOT BESAR-BESARAN
Written by Radio Montini on Maret 13, 2025
Montiniradio – Kontroversi seputar food vlogger terkenal, Codeblu, semakin memanas. Ulasan tajamnya terhadap beberapa restoran membuatnya dikecam dan bahkan diboikot oleh sejumlah pelaku usaha kuliner. Restoran-restoran mulai memasang pengumuman larangan masuk bagi Codeblu, menandai perlawanan besar-besaran terhadap gaya kritiknya yang dianggap terlalu keras dan merugikan. (10/03/2025).
Codeblu, yang dikenal karena ulasan kulinernya yang blak-blakan, baru-baru ini memberikan review buruk terhadap beberapa restoran terkenal, termasuk Clairmont Patisserie. Kritiknya yang tajam mengenai rasa dan kualitas makanan mendapat perhatian luas, tetapi juga memicu reaksi keras dari para pemilik usaha.
Beberapa restoran mengklaim bahwa ulasan Codeblu tidak hanya merusak reputasi mereka tetapi juga berdampak pada jumlah pelanggan yang berkurang drastis setelah review negatifnya viral. Bahkan, ada tuduhan bahwa Codeblu meminta sejumlah uang untuk menghapus ulasan buruknya, meskipun hal ini belum terbukti secara hukum.
Sebagai respons terhadap ulasan kontroversialnya, sejumlah restoran mulai memasang pengumuman yang melarang Codeblu masuk. Salah satu restoran di Lampung bahkan secara terbuka menuliskan, “Food Vlogger Codeblu Dilarang Masuk, Kami Tidak Butuh Review Negatif”. Langkah ini mendapat dukungan dari beberapa pengusaha kuliner lain yang merasa dirugikan oleh cara Codeblu menyampaikan kritiknya.
Di media sosial, reaksi netizen pun terbelah. Ada yang mendukung tindakan restoran dengan alasan bahwa kritik yang terlalu tajam bisa merusak bisnis, terutama bagi usaha kecil yang masih berkembang. Namun, ada juga yang membela Codeblu, mengatakan bahwa ia hanya memberikan ulasan jujur berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai konsumen.
“Seharusnya restoran meningkatkan kualitas, bukan melarang reviewer,” tulis seorang netizen di Twitter. Namun, yang lain menimpali, “Kritik boleh, tapi kalau menjatuhkan sampai rugikan bisnis orang, itu keterlaluan.”
Dengan semakin banyaknya restoran yang menolak kehadiran Codeblu, masa depan kariernya sebagai food vlogger pun dipertanyakan. Apakah ia akan tetap mempertahankan gaya ulasannya yang tajam, atau justru akan mengubah pendekatannya agar tidak lagi memicu kontroversi besar?
Satu hal yang pasti, kasus ini telah menjadi pelajaran bagi food vlogger dan pelaku bisnis kuliner tentang pentingnya keseimbangan antara kritik yang membangun dan etika dalam dunia digital.
(N Denlino)