Program Megah, Tapi Rakyat Masih Tinggal di Gubuk

Written by on April 17, 2025

Montiniradio – Pemerintah kembali menggelar Rapat Koordinasi Sosialisasi Program 3 Juta Rumah di Sulawesi Utara dengan target ambisius menekan angka backlog hunian. Namun, di balik gegap gempita program nasional ini, sebagian warga masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), bahkan berupa gubuk-gubuk reot di pinggiran kota Manado.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin itu dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, perwakilan kementerian, serta pihak perbankan seperti BSG yang menyatakan komitmen mendukung pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami mendukung penuh program ini dengan skema pembiayaan murah, agar semua lapisan masyarakat bisa punya rumah layak,” kata Direktur Utama BSG, Revino Pepah.

Namun realita di lapangan belum sepenuhnya sejalan. Warga di Kelurahan Mahawu dan Karame, Manado, mengaku belum pernah disentuh bantuan perumahan meskipun program ini sudah berjalan sejak awal tahun.

“Kami sering dengar soal program rumah, tapi sampai sekarang belum ada yang datang survei atau bantu,” ujar seorang nelayan yang tinggal bersama keluarganya di rumah panggung semi permanen yang lapuk dimakan usia.

Menurut data Susenas 2023, backlog nasional mencapai 9,9 juta rumah secara kuantitatif dan 26,9 juta secara kualitatif. Sebanyak 4,5 juta rumah tangga mengalami kedua jenis backlog tersebut. Program ini dibagi menjadi 3 skema utama, Pembagunan 1 juta di wilayah perkotaan, 1 juta pedesaan, 1 juta pesisir.

Provinsi Sulut menyumbang sekitar 83 ribu rumah tangga yang masih menempati rumah tidak layak huni. Sementara itu, dalam tiga tahun terakhir, hanya sekitar 12.000 unit rumah di Sulut yang berhasil dibangun melalui berbagai program pemerintah pusat dan daerah.

Di Sulut, kendala utama disebut-sebut pada koordinasi antarinstansi, serta minimnya pendataan akurat calon penerima manfaat.

Jika program 3 Juta Rumah ingin benar-benar berdampak, bukan sekadar seremoni tahunan, maka komitmen harus ditunjukkan dari tingkat pusat hingga kelurahan.

Tanpa tindakan nyata dan pengawasan ketat, program megah ini berisiko menjadi janji manis yang tak menyentuh akar persoalan,rakyat kecil masih tidur di balik dinding tripleks dan atap bocor.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background