Konser Kolintang di Casa de Flavia Bitung: Harmoni Budaya yang Memukau
Written by Ambrosius Loho on November 17, 2024
Bitung, Sulawesi Utara – Sabtu, 16 November 2024, Ballroom Casa de Flavia di Kota Bitung menjadi saksi dari sebuah konser kolintang yang meriah, menghadirkan harmoni seni budaya yang tak terlupakan. Dalam pagelaran ini, Komunitas Sanggar Wanderan Kota Bitung menyuguhkan penampilan memukau dari dua grup kolintang generasi milenial Sulawesi Utara, yaitu Major 9 dan Fantastic Prima Vista Lembean.
Acara yang disupport oleh pemerhati budaya kolintang, Sandrana Rorong dan Joseph Maringka, sukses menghadirkan nuansa apresiasi budaya yang mendalam. Fantastic Prima Vista membuka konser dengan melantunkan sekitar 20 lagu yang memukau, diikuti oleh Major 9 dengan alunan tujuh lagu khas kolintang. Perpaduan nada yang harmonis menghidupkan suasana, menjadikan konser ini lebih dari sekadar hiburan—sebuah perayaan budaya yang bermakna.
Sebagai bagian dari acara, sebuah sesi talkshow turut digelar, dipandu oleh dua tokoh muda kolintang yang inspiratif, Stave Tuwaidan dan Ambrosius Loho. Keduanya merupakan figur sentral dalam pelestarian musik kolintang, dengan pengalaman lebih dari satu dekade. Stave, pendiri Fantastic Prima Vista, dikenal telah membawa kolintang ke berbagai panggung internasional, sementara Ambrosius telah menghasilkan tujuh buku dan ratusan tulisan yang menggali estetika serta filosofi musik tradisional ini. Talkshow ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, memperkaya wawasan para penonton akan pentingnya menjaga kelestarian seni kolintang.

“Pengembangan kolintang adalah tanggung jawab kita semua. Dukungan masyarakat menjadi kunci agar musik ini terus bertahan dan berkembang,” ujar Stave dalam talkshow tersebut.
Senada dengan itu, Sandrana Rorong, pendiri Sanggar Wanderan Kota Bitung, menambahkan, “Kolintang bukan sekadar musik. Ia kaya akan nilai dan makna yang lebih dalam dari apa yang terlihat. Semoga kolintang terus bergema sepanjang zaman.”
Konser ini diharapkan menjadi pemicu bagi berbagai kegiatan serupa yang tidak hanya melestarikan musik kolintang tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mewarisi dan mengembangkan budaya ini. Dengan semangat kolaborasi, kolintang diyakini akan terus menjadi simbol kekayaan budaya Sulawesi. ***