ISTANBUL BERGEJOLAK, RAKYAT TURUN KE JALAN MENENTANG PEMERINTAH

Written by on Maret 20, 2025

Montiniradio – Turki kembali diguncang krisis politik setelah Wali Kota Istanbul, Ekrem İmamoğlu, ditangkap secara brutal oleh aparat kepolisian pada Rabu (19/3). Penangkapan ini langsung memicu gelombang protes besar-besaran, dengan oposisi menyebutnya sebagai “kudeta hukum” yang bertujuan membungkam lawan politik Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

İmamoğlu dituduh terlibat dalam korupsi dan memiliki hubungan dengan organisasi teroris, termasuk Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki. Selain itu, gelar sarjana İmamoğlu dicabut oleh Universitas Istanbul dengan alasan dugaan pemalsuan, yang dapat menghalanginya mencalonkan diri sebagai presiden karena persyaratan kualifikasi pendidikan tinggi.

Menurut saksi mata, ratusan polisi bersenjata mengepung kediaman İmamoğlu di Istanbul pada dini hari. “Mereka datang tanpa peringatan, memaksa masuk dan menangkapnya dengan kasar,” ujar seorang tetangga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Video penangkapan yang tersebar di media sosial memperlihatkan İmamoğlu digiring keluar rumah dengan tangan diborgol, sementara keluarganya menangis histeris.

Penangkapan terjadi di Istanbul, sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Setelah itu, İmamoğlu langsung dibawa ke kantor kejaksaan, sementara pemerintah menerapkan pembatasan akses media sosial dan melarang demonstrasi hingga 23 Maret.

Banyak pihak menilai penangkapan İmamoğlu adalah manuver politik Erdoğan untuk menghilangkan ancaman dari lawan terkuatnya. “Ini bukan tentang hukum, ini tentang kekuasaan,” ujar pemimpin oposisi CHP, Özgür Özel. “Erdoğan takut kehilangan kendali, jadi dia memilih cara represif untuk mengamankan posisinya.”

Penangkapan ini memicu protes besar di berbagai kota, terutama di Istanbul dan Ankara. Ribuan demonstran turun ke jalan meneriakkan “Bebaskan İmamoğlu!” sambil membawa spanduk bertuliskan “Demokrasi Turki dalam Bahaya!”

Di sisi lain, pemerintah membela tindakan ini sebagai langkah hukum yang sah. Menteri Dalam Negeri Turki menyatakan bahwa İmamoğlu ditangkap karena “bukti kuat keterlibatannya dalam kegiatan ilegal.” Penangkapan İmamoğlu menyebabkan nilai lira Turki anjlok 12% ke level terendah sepanjang masa, dan Bursa Efek Istanbul mengalami penurunan signifikan

Kasus ini mengingatkan pada peristiwa penangkapan politisi oposisi sebelumnya, seperti Selahattin Demirtaş, pemimpin pro-Kurdi yang ditangkap pada 2016 dengan tuduhan serupa. Saat itu, penangkapan Demirtaş juga memicu gelombang protes dan kecaman internasional, tetapi Erdoğan tetap melanjutkan langkahnya tanpa konsekuensi serius.

Dengan meningkatnya tekanan internasional dan protes rakyat, banyak yang bertanya-tanya apakah Erdoğan akan mampu mempertahankan kekuasaannya seperti sebelumnya. Dunia kini menyoroti perkembangan di Turki, sementara rakyat terus bertahan di jalanan menuntut keadilan bagi İmamoğlu.

“Kami tidak akan diam. Ini bukan hanya tentang İmamoğlu, ini tentang demokrasi Turki!” ujar seorang demonstran di Istanbul.

(N Denlino)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background