ANDREI ANGOUW, WALIKOTA YANG BERAGAMA KONGHUCU PERTAMA DI INDONESIA

Written by on Februari 20, 2025

Andrei Angouw, lahir di Manado pada 23 mei 1971, adalah seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sebelum menjabat sebagai Wali kota, ia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Pada tanggal 20 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik 961 Kepala Daerah hasil Pilkada Serentak 2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pelantikan tersebut, enam kepala daerah dipilih sebagai perwakilan dari masing-masing agama yang di akui di Indonesia. Wali Kota Manado, Andrei Angouw, mewakili agama Konghucu dalam acara tersebut.

Pemilihan Andrei Angouw sebagai perwakilan agama Konghucu menunjukkan pengakuan terhadap keberagaman agama di Indonesia dan peran aktif pemimpin dari berbagai latar belakang agama dalam pemerintihan.

Dalam upacara pelantikan, Presiden Prabowo Subianto menyematkan tanda pangkat langsung kepada Andrei Angouw sebagai simbol dilantik, yaitu : Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Islam), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Katolik), Wali Kota Singkawang Tjhau Chui Mie (Budha), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Hindu), dan Bupati Merauke Yoseph P Gebze (Kristen Protestan).

Keterlibatan perwakilan dari berbagai agama ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap pluralisme dan inklusivitas dalam pemerintahan.

Andrei Angouw sebelumnya telah dikenal sebagai pemimpin yang aktif dalam berbgai kegiatan keagamaan dan sosial di Manado. Pada Oktober 2024, ia menghadiri pelantikan Majelis Taklim Masjid At-Thohirin di Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manando. Keterlibatan aktif Andrei Angouw dalam berbagai kegiatan lintas agama menunjukkan komitmennya terhadap kerukunan antar umat beragama di Manado. Sebagai Wali Kota yang beragama Konghucu, ia terus berupaya membangun hubungan harmonis antara pemerintah dan komunitas keagmaan,serta mendorong partisipasi semua elemen masyarakat dalam pembangunan kota.

Pelantikan Andrei Angouw sebagai perwakilan kepala daerah beragama Konghucu oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menegaskan pengakuan terhadap keberagaman agama di Indonesia, tetapi juga memperlihatkan pentingnya inklusivitas dalam kepemimpinan pemerintahan. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengedepankan toleransi dan kerja sama antar umat beragama demi kemajuan bersama.

Tagged as

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background