TERJANGAN BANJIR, RIBUAN WARGA MENDERITA DAN BERJUANG

Written by on Maret 5, 2025

Montiniradio – Hujan deras yang mengguyur Jabodetabek sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar di berbagai titik. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara banyak rumah, jalan, dan fasilitas umum terendam air. Pemerintah dan relawan terus berupaya memberikan bantuan, tetapi kondisi di lapangan masih memprihatinkan. (4/03/2025).

Banjir besar ,melanda wilayah Jabodetabek setelah hujan dengan intensitas tinggi turun selama beberapa hari. Akibatnya, ribuan warga harus mengungsi karena rumah mereka terendam air. Beberapa daerah seperti Bekasi dan Jakarta Timur mengalami banjir paling parah dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Banjir mulai terjadi sejak awal maret 2025 dan masih berlangsung hingga saat ini. Selain itu, aktivitas ekonomi dan transportasi di kawasan terdampak juga lumpuh.

Menurut BMKG, banjir disebabkan oleh cuaca hujan tinggi yang terjadi secara terus menerus. Selain itu, buruknya sistem drainase dan penyempitan daerah resapan air akibat pembangunan yang tidak terkendali memperburuk situasi.

Pemerintah bersama tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, dan relawan terus berupaya mengevakuasi warga terdampak dan mendistribusikan bantuan logistik. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk mengurangi curah hujan di kawasan Jabodetabek.

“Kami tidak bisa menyelamatkan banyak barang. Air datang begitu cepat hingga setinggi pinggang dalam hitungan jam,” kata Andi (40), warga Tangerang yang kini mengungsi di posko darurat.

Sementara itu, seorang warga Depok bernama Lina (35) mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih parah dibangingkan sebelumnya. Menurutnya, kondisi semakin sulit karena persediaan makanan mulai menipis.

Menurut Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya untuk menangani bencana ini. “Kami sudah menyiapkan posko pengungsian, dapur umum, serta bantuan logistik agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, pengamat lingkungan, Dedi Hartanto, menilai bahwa pemerintah perlu lebih serius dalam mengatasi masalah drainase dan tata kota. “Banjir bukan hanya karena hujan, tetapi juga akibat kurangnya perhatian terhadap lingkungan . Resapan air semakin berkurang karena banyaknya pembangunan yang tidak mempertimbangkan dampaknya,” jelasnya.

Banjir di Jabodetabek masih menjadi ancaman bagi ribuan warga. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap potensi banjir susulan. Selain penanganan jangka pendek, diperlukan solusi jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase dan pengelolaan tata ruang yang lebih baik agar bencana serupa tidak terus berulang di masa depan.

(N Denlino)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background