Hati yang Bersih (Renungan Pagi: 07 Februari 2018)

Tracklist (1)

Details

Di sebuah desa terjadi kejadian sangat mengejutkan yang dialami oleh seorang pemuda. Dia dipandang dan dinilai oleh masyarakat setempat sebagai orang kaya, tekun, saleh, baik, terhormat dan jujur. Tetapi si pemuda itu terjerumus dalam sebuah tindakan kejahatan yaitu berzinah. Dia berhubungan gelap dengan seorang wanita yang adalah istri orang lain. Akhirnya, dia ditangkap oleh petugas keamanan desa dan diproses. Dia dijatuhi hukuman oleh desanya sendiri. Dia menderita juga karena hukuman social seluruh desa. Kejahatan pemuda ini sebenarnya tidak terjadi dengan tiba-tiba, melainkan sudah sejak lama direncanakannya.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus menegaskan kepada kita bahwa apa yang keluar dari hati orang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari hati orang muncul berbagai macam pikiran jahat berupa perzinahan, hawa nafsu, iri hati, dan lain sebagainya. Semua tindakan jahat ini timbul dari dalam hati dan menajiskan orang. Hal ini menegaskan kepada kita bahwa ada banyak orang di dunia ini yang kelihatannya baik dan saleh, tetapi dari hati mereka tercipta berbagai macam kejahatan. Kelihatan banyak tersenyum tapi menyimpan dendam dan merencanakan kejahatan. Berlaku sopan di depan mata orang, tapi bercerita busuk di belakang. Ramah dalam kehidupan sehari-hari tapi ternyata adalah seorang teroris. Seperti pemuda yang nampak saleh dalam cerita di atas, tetapi dalam hatinya menginginkan suatu tindakan kejahatan yaitu perzinahan. Dalam menghadapi masalah tersebut, Kita semestinya belajar dari Ratu Syeba yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Ia memiliki kerendahan hati sehingga datang untuk mendengarkan hikmat Salomo.

Dalam hidup ini yang semestinya menjadi pegangan bagi hidup kita yaitu memiliki hati yang suci dan bersih. Tentunya, hal ini menciptakan dan menghasilkan suatu keutamaan cintakasih. Sekalipun ada emas dan permata yang banyak, tetapi yang paling berharga dari itu semua adalah memperoleh hikmat dari Tuhan. Kasih Tuhan memampukan hidup kita untuk berjalan dalam terang hidup-Nya. Maka dari itu, percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik serta berlakulah setia. Dengan demikian, Tuhan akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Leave Comment (0)

%d bloggers like this:

Leave a Reply